Monthly Archives: May 2012

SRI SULTAN HAMENGKUBUWONO IX, INSPIRASI SEPANJANG ZAMAN (menembus ruang, batas, dan waktu)

Sri Sultan Hamengkubuwono IX bukanlah sosok yang asing bagi masyarakat Indonesia, terlebih lagi bagi masyarakat Yogyakarta. Sosok yang menjadi raja terlama di Yogyakarta ini bukan hanya sekedar raja tetapi seorang pemimipin yang “ngayomi” rakyatnya. Beliau lahir di kalangan Bangsawan Yogyakarta pada  tanggal 12 April 1912. Walaupun beliau berasal dari kalangan bangsawan tetapi tidak membuat beliau menjadi manja. Pada usia 4 tahun beliau tinggal di salah satu keluarga Belanda. Pada usia 6 tahun beliau bersekolah di Eerste Europese Lagere School B dan menamatkan sekolah dasarnya di Neutrale Europese Lagere School. Walaupun beliau beasal dari kalangan bangsawan, tetapi beliau sangat menyukai bersepeda, berkemah, dan sepak bola. Beliau bahkan pernah menjadi anggota kesebelasan sepak bola pada usia 14 tahun. Memasuki sekolah menengah pertama hingga menengah atas, beliau harus meninggalkan Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya di Semarang dan Bandung. Dari perlakuan tersebut, ayahanda beliau, Sri Sultan Hamengku Buwono VIII mengharapkan beliau dapat menanamkan sifat sederhana dan disiplin.

Usai menyelesaikan sekolah menengah atasnya, Sultan melanjutkan pendidikannya di Holland. Ia memilih jurusan Indologi yang merupakan gabungan dari bidang hukum dan ekonomi diRijksuniversiteit, Leiden. Menjadi mahasiswa di Negeri Belanda benar-benar membuka cakrawala baru yang makin luas bagi beliau. Semasa kuliah, beliau sangat aktif dalam berorganisasi, beliau pernah menjadi anggota Leidse Studentencorps, ketua Verenigde Faculteiten , dan komisiaris Minerva. Beliau juga rajin menghadiri klub diskusi (debating club) yang dipimpin oleh Prof. Schrieke, karena perhatiannya yang besar terhadap perkembangan politik dan ekonomi. Pada tahun 1937, Sultan lulus dengan predikat candidaats-examen sehingga ia dapat melanjutkan pendidikan hingga tingkat doktoral.

Pad usia 28 tahun beliau dinobatkan sebagai Sultan menggantikan ayahandanyaa. Dalam sambutannya pada penobatan sebagai Raja, beliau  mengatakan bahwa akan mempertemukan jiwa Barat dan Timur agar dapat bekerja dalam suasana harmonis. Kata Sultan, meski beliau telah mengenyam pendidikan barat, beliau tetap orang Jawa. Setelah menjadi Sultan, beliau adalah sosok yang sangat patut untuk di teladani. Beliau begitu membaur dengan rakyat, tidak segan-segan beliau sering berkunjung ke pasar tradisional, menyapa rakyatnya secara langsung. Sultan juga memberi kesempatn kepada rakyatnya untuk mengunggapkan segala keluhannya di alun-alun. Bahkan pada suatu saat Sultan pernah di tilang oleh seorang polisi di Pekalongan pada waktu menuju ke Tegal. Dengan bersahaja Sultan tidak menggunkan kekuasaannya untuk melawan, tetapi Sultan menuruti aturan yang ada karena beliau merasa melakukan kesalahan. Sungguh sosok pemimpin yang sangat patut dicontoh. Sultan tidak sembarangan dalam mempergunakan kekuasaannya, jika beliau memang salah maka beliau akan mengakui kesalahannya.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah sosok yang nasionalis. Beliau memiliki rasa nasionalisme yang tinggi terhadap NKRI ini. Beliau selalu menyorakkan kemerdekaan RI seperti keikutsertaan dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 membantu Bung Karno dan Bung Hatta. Tak hanya itu, saat masa penjajahan Jepang, Sultan melarang pengiriman romusha dengan mengadakan proyek lokal saluran irigasi Selokan Mataram. Sultan tidak ingin melihat rakyatnya sengsara dikarenkan penjajah. Sultan yang pernah menjadi wakil presiden NKRI, juga pernah menyumbangkan dana 6 juta gulden kepada Indonesia sebagai modal awal terbentuknya negeri ini. Sultan tidak pernah perhitungan demi kemajuan bangsanya. Sungguh seorang pemimpin yang sangat patut diteladani.

Dalam bidang pendidikan pun, Sultan menjadi salah satu founding father Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Sultan HB IX juga ikut mendukung penggabungan pendidikan tinggi yang tersebar di berbagai wilayah di Klaten, Surakarta, maupun yang ada di Yogyakarta, menjadi satu perguruan tinggi yaitu UGM. Peran Sultan terhadap pendirian UGM sangat besar baik secara historis, sosiologis, politik, kultural, idenasional-ideologis, faktual, material-fisikal dan spasial-lokasional. Secara nyata Sultan juga memberikan bantuan dalam penyediaan sarana dan prasarana. Beberapa di antaranya adalah menyediakan tempat perkuliahan di Sitihinggil dan Pagelaran Kraton serta gedung lainnya di sekitar kraton. Ia pun menyediakan tanah kraton (sultan ground) untuk pendirian kampus UGM yang baru di wilayah Bulaksumur dan sekitarnya.

Sri Sultan Hamengkubuwono IX adalah sosok yang patut di teladani oleh bangsa ini. Terutama generasi muda yang saat ini telah banyak kehilangan arah untuk memajukan bangsa tertelan oleh arus globalisasi zaman. Semangat dan kecintaan Sri Sultan terhadap NKRI akan terus berkobar walaupun raga tidak lagi berpijak di bumi pertiwi ini. Gaungan suara semangat yang di serukan Sultan haruslah menjadi cambuk bagi generasi muda dalam megisi kemerdekaan. Semangat dan teladan yang telah diberikan beliau sebagai seorang pemimpin haruslah menjadi cambuk bagi generasi penerus banga untuk menjadi pemimpin-pemimpin baru yang akan memberi perubahan pada bangsa dan negara. Sri Sultan HB IX walaupun engkau telah pergi namun semangatmu tetap ada hingga kini menembus ruang, batas, dan waktu.

Statistika

Banyak yang bilang jika statistika itu susah dan ribet. Bahkan banyak mahsiswa yang terganjal kelulusannya karena kurangnya pengetahuan tentang ilmu ststistik. Padahal ststiatika itu adalah salah satu ilmu yang menarik dan jika dipelajari akan aja keajaiban di dalamnya.

Statistika menurut orang-orang hanya bermain dengan data, ya itu memang benar, dan mengapa ada ilmu statistik. Hal tersebut karena kita berada dalam kehidupan yang penuh dengan ketidakpastian. Jika sesuatu pasti terjadi tidak perlu menggunakan statistika.

Gampangnya statistika digunakan untuk mengestimasi suatu populasi tertentu dengan sampel yang diambil dari populasi tersebut.

Perlu di garis bawahi juga lulusan Statistika terutama Statistika UGM ruang lingkup kerjanya tidak hanya di BUdan Pusat Statistika. Karena apa yang dipelajari di perkuliahan lebih luas dari sekedar melakukan suatu survei atau sejenianya. Statistikawan dapat bekerja di bidang keuangan misal di perbankan, dapat juga di bursa efek, diperusahaan asuransi, ataupun di rumah sakit bahkan labolatorium.

Dalam pembelajaran di kampus akan diajarkan tettang pengelolaan resiko di perbankan, menjadi seorang penenam saham. Tentang dunia kesehatan dimana akan dapat memeprediksi seseorang akan sakit atau tidak.  Tentang asurasi jiwa juga akan di ajarkan.

Pokoknya paket komplit jika di Statistika UGM, So jangan takut dengan Statistika soalnya Statistika itu menarik dan menyenangkan :).